-
KETUA DPD LPRI NTT UTUS ANGGOTA PANTAU SENGKETA TANAH OELOMIN
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pengawas Reformasi Indonesia (LPRI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Rezky Yunike Agustin Frans, mengutus tiga anggotanya untuk memantau perkembangan kasus sengketa tanah di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Tim yang dikirim yaitu Jeane Lena Nguru,Yandri Matias Pello, dan Paulus Edi Sumantri, telah berangkat ke lokasi di Jl. H.r. Koroh No.11 pada siang hari Senin (16/3/2026). Sebelum melaksanakan tugas, Ketua DPD LPRI NTT memberikan instruksi tegas: “Lakukan dengan humanis kepada semua pihak dan jalankan dengan rasa kekeluargaan.” Tanah yang menjadi permasalahan dimiliki oleh delapan pembeli dari kalangan pedagang pasar, petani, dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pihak teradu dan pengadu telah melakukan mediasi kedua yang dijembatani…
-
Sumba Barat Sebagai Kabupaten Induk, Gubernur NTT Tekankan Penguatan Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Pada Minggu (15/3/2026) malam, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama rombongan Tim Kerja Percepatan Pembangunan NTT tiba di Kabupaten Sumba Barat dalam rangka melanjutkan kunjungan kerja di daratan Sumba. Dalam arahannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan rasa syukurnya karena kembali dapat mengunjungi Sumba Barat dan berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah terkait upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta penurunan kemiskinan di wilayah tersebut. “Hari ini kami bersyukur kepada Tuhan karena bisa ada lagi di Sumba Barat untuk sebuah agenda yang menurut kami penting terkait urusan ekonomi kerakyatan untuk penanggulangan kemiskinan dan stunting di Sumba Barat,” ucapnya. “Kita tahu sendiri, potensi Sumba Barat sangat besar. Bahkan di…
-
Selamat Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Kamis 19 Maret 2026
-
Tatap Muka dengan SPPI dan Mitra BGN, Gubernur NTT Cari Solusi Percepatan Program MBG di Sumba
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, mengadakan tatap muka bersama Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan mitra Badan Gizi Nasional pada Sabtu (14/3/2026) malam di aula Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur. Mendampingi Gubernur NTT dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali bersama Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani. Tatap muka tersebut dihadiri oleh ratusan SPPI dan beberapa mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pertemuan itu, para peserta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyerapan program nasional MBG di wilayah daratan Sumba. Kepala SPPI Regional NTT, Oswaldus Ngani, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa capaian layanan MBG di Sumba Timur masih jauh dari target…
-
Gubernur NTT Tutup Turnamen Voli DR. Umbu Rudi Kabunang Cup di Sumba Timur
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, menutup Turnamen Bola Voli DR. Umbu Rudi Kabunang Cup pada Jumat (14/3/2026) malam di Lapangan II Kompleks Pemda Sumba Timur. Penutupan turnamen tersebut turut dihadiri Bupati Sumba Timur bersama Wakil Bupati Sumba Timur, serta para peserta, official tim, dan masyarakat pecinta olahraga voli dari berbagai daerah di Pulau Sumba. Turnamen voli antar SMA/SMK dan klub se-Pulau Sumba ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Sumba. Kegiatan tersebut digagas sekaligus disponsori oleh Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang bersama Bank NTT Cabang Waingapu. Turnamen ini lahir dari rasa bangga atas perjuangan tim muda Sumba Timur pada ajang Ben Boi Memorial Cup…
-
Tinjau Kampung Adat Waru Wora yang Terbakar, Wagub Johni Asadoma Serahkan Bantuan dan Dorong Pembangunan Kembali
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma bersama Ibu Vera Sirait Asadoma mengunjungi Kampung Adat Waru Wora di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (14/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi kampung adat yang mengalami kebakaran pada 5 Desember 2025 lalu. Peristiwa tersebut menghanguskan 28 rumah adat. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kampung Adat Waru Wora sendiri terdiri dari 36 rumah adat yang dihuni oleh sekitar 60 kepala keluarga. Bagi masyarakat setempat, rumah adat bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga merupakan simbol identitas budaya, ruang kehidupan sosial, serta warisan leluhur yang memiliki nilai…











