Rezky Yunike Agustin Frans: Memimpin dengan Hati, Tegas dalam Bertindak
Sosok kepemimpinan yang tegas namun penuh kelembutan ibu ditunjukkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rezky Yunike Agustin Frans, saat memimpin kegiatan pemantapan organisasi untuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPRI Kabupaten Malaka.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, di wilayah Bakateo Wehali, Kecamatan Malaka Tengah ini, menjadi bukti nyata bagaimana seorang wanita dan seorang ibu mampu membawa arah organisasi dengan visi yang jelas serta kepedulian yang mendalam terhadap nasib rakyat.

Di hadapan seluruh jajaran pengurus daerah dan cabang, Rezky tidak hanya hadir sebagai seorang pemimpin organisasi, tetapi juga membawa semangat keibuan yang mengayomi. Dengan penuh kelembutan namun tetap berwibawa, beliau memimpin diskusi untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mendalami berbagai persoalan strategis di lapangan.

Sebagai seorang ibu, rasa kepeduliannya sangat terasa ketika menyoroti isu-isu krusial yang terjadi di masyarakat. Beliau menekankan perhatian serius terhadap maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan daerah yang merugikan masyarakat.
“Sebagai seorang ibu, hati saya tentu tergerak untuk melindungi. Melindungi anak-anak dari kejahatan, melindungi perempuan dari kekerasan, dan melindungi hak-hak rakyat dari penyimpangan,” ujarnya dengan tegas namun penuh empati.
Rezky menegaskan, kelembutan seorang ibu tidak berarti kelemahan, melainkan menjadi kekuatan untuk bekerja lebih keras demi keadilan dan kesejahteraan. LPRI, di bawah kepemimpinannya, berkomitmen menjadi garda terdepan yang mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar berpihak pada rakyat, khususnya petani dan masyarakat kecil.
“Dengan hati seorang ibu, saya ingin membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga kuat dalam rasa kemanusiaan dan integritas. Kita bekerja bukan untuk kepentingan sendiri, tapi untuk masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita,” tegasnya.
Melalui pendekatan yang humanis namun tegas, Rezky Yunike Agustin Frans membuktikan bahwa perempuan dan seorang ibu memiliki peran strategis dan sangat besar dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, aman, dan sejahtera.(Red)








